1. PINGSAN
Pingsan (syncope) yaitu hilangnya kesadaran sementara
karena otak kekurangan O₂, lapar, terlalu banyak megeluarkan
tenaga, dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), hiploiglikemia, atau anemia.
a.
Gejala :
perasaan limbung, pandangan berkunang-kunang, telinga berdenging, nafas tidak
teratur, muka pucat, biji mata melebar, lemas, keringat dingin, menguap berlebihan, tak respon (beberapa menit), denyut nadi
lambat.
b.
Penanganan
1)
Baringkan korbann dalam posisi terlentang.
2)
Tinggikan tungkai melebihi tinggi jantung.
3)
Longgarkan pakaian yang mengikat dan
hilangkan barang yang menghambat pernafasan
4)
Beri udara segar
5)
Periksa kemungkinan cidera lain
6)
Selimuti korban
7)
Korban diistirahatkan beberapa saat
8)
Bila tak segera sadar, periksa nafas dan
nadi, posisi stabil dan rujuk ke instalasi
kesehatan segera
2. DEHIDRASI
Dehidrasi yaitu suatu
keadaan dimana tubuh mengalami kekurangan cairan. Hal ini terjadi apabila
cairan yang dikeluarkan tubuh melebihi cairan yang masuk. Keluarnya cairan ini
biasanyadisertai dengan elektrolit (K, Na, Cl, Ca). dehidrasi disebabkan karena
kurang minum dan disertai kehilangan cairan/banyak keringat karena udara
terlalu panas atau aktivitas yang terlalu berlebihan.
a.
Gejala dan tanda-tanda dehidrasi:
1)
Dehidrasi ringan : defisit cairan 5% dari
berat badan, penderita merasa haus, denyut nadi lebih dari 90×/menit.
2)
Dehidrasi sedang : deficit cairan antara
5-10% dari berat badan, nadi lebih dari 90×/menit, nadi lemah, sangat haus.
3)
Dehidrasi berat : deficit cairan lebih dari
10% dari berat badan, hipotensi, mata cekung, nadi sangat lemah,sampai tak
terasa, kejang-kejang.
b.
Penanganan
1)
Mengganti cairan yang hilang dan mengatasi
shok
2)
Mengganti elektrolit yang lemah
3)
Mengenal dan mengatasi komplikasi yang ada
4)
Memberantas penyebabnya
5)
Rutinlah minum jangan tunggu haus
3. ASMA
Asma yaitu penyempitan atau gangguan saluran pernafasan.
a.
Gejala :
sukar bicara tanpa berhenti, untuk menarik nafas terdrengar nafas tambahan,
otot bantu nafas terlihat menonjol (dileher), irama nafas tdak teratur, terjadinya perubahan warna kulit (merah/ pucat/ kebiruan/ sianosis), kesadaran menurun
(gelisah/meracau).
b.
Penanganan
1)
Tenangkan korban
2)
Bawa ke tempat yan luas dan sejuk
3)
Posisikan ½ duduk
4)
Suruh
pasien mengatur nafas
5)
Beri oksigen (bantu) jika diperlukan
4. PUSING/VERTIGO
Pusing/vertigo yaitu sakit
kepala yang disebabkan oleh kelelahan, kelaparan, gangguan kesehatan, dll.
a.
Gejala :
kepala terasa nyeri/berdenyut, kehilangan keseimbangan tubuh, lemas.
b.
Penanganan
1)
Istirahatkan korban
2)
Beri minum hangat
3)
Beri obat bila perlu
4)
Tangani sesuai penyebab
5. MIMISAN
Mimisan yaitu pecahnya
pembuluh darah di dalam lubang hidung karena suhu ekstrim (terlalu panas/ terlalu dingin)/ kelelahan/ benturan.
a.
Gejala :
dari lubang hidung keluar darah dan terasa nyeri, korban sulit bernafas dengan
hidung karena lubang hidung tersumbat oleh darah, kadang disertai pusing.
b.
Penanganan
1)
Bawa korban ke tempat sejuk/nyaman
2)
Tenangkan korban
3)
Korban diminta menunduk sambil menekan cuking
hidung
4)
Diminta bernafas dengan mulut
5)
Bersihkan hidung luar dari darah
6)
Buka setiap 5/10 menit. Jika masih keluar
ulangi tindakan PP
6. KRAM
Kram yaitu otot yang
mengejang/kontraksi berlebihan.
a.
Gejala :
nyeri pada otot, kadang disertai bengkak.
b.
Penanganan
1)
Istirahatkan
2)
Posisi nyaman
3)
Relaksasi
4)
Pijat berlawan arah dengan kontarksi
7. MEMAR
Memar yaitu pendarahan yang
terjadi dilapisan bawah kulit akibat dari benturan keras.
a.
Gejala :
warna kebiruan/merah pada kulit, nyeri jika ditekan, kadang disertai bengkak.
b.
Penanganan
1)
Kompres dingin
2)
Balut tekan
3)
Tinggikan bagian luka
8. KESELEO
Keseleo yaitu pergeseran
yang terjadi pada persendian biasanya disertai kram.
a.
Gejala :
bengkak, nyeri bila ditekan, kebiruan/merah pada daerah luka, sendi terkunci,
ada perubahan bentuk pada sendi.
b.
Penanganan
1)
Korban diposisikan nyaman
2)
Kompres es/dingin
3)
Balut tekan dengan ikatan delapan untuk
mengurangi pergerakan
4)
Tinggikan bagian tubuh yang luka
9. LUKA
Luka yaitu suatu keadaan
terputusnya kontituitas jaringan secara tiba-tiba karena kekerasan/injury.
a.
Gejala :
terbukanya kulit, pendarahan, rasa nyeri.
b.
Penanganan
1)
Bersihkan luka dengan antiseptic
(alcohol/boorwater)
2)
Tutup luka dengan kasa steril/plester
3)
Balut tekan (bila pendarahannya besar)
4)
Jika hanya lecet biarkan terbuka untuk
mempercepat proses pengeringan
c.
Hal-hal yan perlu diperhatikan dalam penanganan
luka:
1)
Ketika memeriksa luka: adakah benda asing,
bila ada:
2)
Keluarkan tanpa menyinggung luka
3)
Kasa/balut steril (jangan dengan kapas/kain
berbulu)
4)
Evakuasi korban ke pusat kesehatan
5)
Bekuan darah: bila sudah ada bekuan darah
pada suatu luka ini berarti luka mulai menutup. Bekuan darah tidak boleh
dibuang, jika dibuang luka akan berdarah lagi.
10. PENDARAHAN
Pendarahan yaitu keluarnya
darah dari saluran darah kapan saja, dimana saja, waktu apa saja. Untuk
menghentikan darah dapat dilakukan dengan cara:
a.
Tenaga/mekanik: menekan, mengikat, menjahit.
b.
Fisika:
1)
Bila dikompres dingin, maka akan mengecil dan
mengurangi pendarahan
2)
Bila dengan panas, maka akan mengalami
penjedalan
c.
Kimia: obat-obatan
Prinsip dasar
pertolongan pada pendarahan adalah tekan, tinggikan, tinggikan, tekan pembuluh
darah dan tenangkan korban serta balut bila perlu (5T), kita juga bisa
menetesekan obat merah pada bagian yang luka supaya darah terhenti dan tida
terinfeksi.
11. LUKA
BAKAR
Luka bakar yaitu luka yang
terjadi akibat sentuhan tubuh dengan benda-benda yang panas (api, airpanas,
listrik, atau zat-zat yang bersifat membakar).
a.
Penanganan
1)
Matikan api dengan menghentikan suplai
oksigen
2)
Perhatikan keadaan umum penderita
3)
Pendinginan
4)
Membuka pakaian penderita/korban
5)
Meredan dalam air atau air mengalir selama 20
atau 30 menit. Untuk daerah wajah cukup dikompres air
b.
Mencegah infeksi
1)
Luka ditutup dengan perban atau kain bersih
kering yang tak dapat melekat pada luka
2)
Penderita dikerudungi kain putih
3)
Luka jangan diberi zat yang tidak larut dalam
air seperti mentega, kecap, dll
c.
Pemberian sedative/morfin 10mg im diberikan
24 jam sampai 48 jam pertama
d.
Bila luka bakar luas korban dikuasakan
e.
Transportasi kefasilitasan yang lebih lengkap
sebaiknya dilakukan dalam satu jam bila tidak memungkinkan masih bisa dilakukan
dalam 24-48 jam pertama dengan pengawasan ketat selama perjalanan
f.
Khusus dengan luka bakar daerah wajah, posisi
kepala lebih tinggi dari tubuh
12. KERACUNAN
Keracunan pada makanan atau
minuman :
a. Gejala : mual, muntah, keringat dingin,
wajah pucat/kebiruan.
b. Penanganan
1) Bawa
ke tempat teduh dan segar
2) Korban
diminta muntah
3) Diberi
sedikit norit
4) Isirahatkan
5) Jangan
diberi minum hingga kondisinya lebih baik
13. GIGITAN
DAN SENGATAN BINATANG
Gigitan dan sengatan
binatang biasanya merupakan alat bagi binatang tersebut untuk mempertahankan
diri dari lingkungan atau sesuatu yang mengancam keselamatan jiwanya. Gigitan
binatang terbagi atas 2 jenis : berbisa (beracun) dan tidak memiliki bisa. Pada
umumnya resiko infeksi pada gigitan binatang lebih besar dari pada luka biasa.
a. Pertolongan
pertamanya adalah:
1) Cucilah
bagian yang terkena gigitan demgan air hangat dengan sedikit antiseptic
2) Jika
pendarahan segera dirawat dan kemudian dibalut.
Sekian tentang sedikit penjelasan dan cara penanganan
PPPK yang dapat saya paparkan kali ini. Semoga dapat bermanfaat dan dapat
menambah wawasan kita tentang pertolongan pertama.
Wah...Ini bermanfaat sekali. Untuk jaga-jaga jika ada yang darurat disekitar kita.
BalasHapusCara mendapatkan diamond gratis di free fire